Individu

Pengertian Individu

Individu berasal dari bahasa latin yaitu “individuum” artinya yang tak terbagi. Individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas.
Menurut Dr. A. Lysen kata individu adalah bukan berarti manusia sebagai manusia perseorangan. Jadi, individu merupakan manusia perseorangan atau semua makhluk yang sebagai kesatuan yang terbatas.

Biasanya kita sering mendengar kata “individu yang satu dengan yang lainnya berbeda” dimaksudkan bahwa tiap manusia memiliki kesatuan dan keterbatasan yang berbeda pula satu sama lain. Batasan inilah yang membedakan tiap individu.
Menurut kamus umum bahasa indonesia individu adalah orang sendiri, peseorangan.

Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas. Yaitu sebagai manusia perseorangan. Dengan demikian sering digunakan sebutan “orang-orang” atau “manusia perseorangan”.

Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun.

 

Pengertian Pertumbuhan

Pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju ke arah yang lebuh maju dan lebuh dewasa. Perubahan ini lazimnya disebut istilah proses. Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat bahwa pertumbuhan adalah proses asosiasi. Proses asosiasi yang primer adalah bagian-bagian. Bagian-bagian ini terikat satu sama lain menjadi keseluruhan oleh asosiasi. Pengertian tentang proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap karena pengaruh baik dari pengalaman melalui pancera indera.

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan

Dalam pertumbuhan itu ada bermacam-macam, namun pada garis besarnya dapat digolongkan kedalam tiga golongan, yaitu :

  • Pendirian Nativistik

Menurut para ahli golongan ini berpendapat, bahwa pertumbuhan individu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.

  • Pendirian Empiristik dan Environmentalistik

Sangat berlawanan dengan pendiri Nativistik. Para ahli berpendapat, bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali.

  • Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme

 

Pengertian Fungsi Keluarga

Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu.

Macam-macam Fungsi Keluarga

Pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh keluarga dapat digolongkan dalam beberapa fungsi, yaitu:

  • Fungsi biologis
  1. Meneruskan keturunan
  2. Memelihara dan membesarkan anak
  3. Memenuhi kebutuhan gizi keluarga
  4. Memelihara dan merawat anggota keluarga

 

  • Fungsi Psikologis
  1. Memberikan kasih sayang dan rasa aman
  2. Memberikan perhatian diantara anggota keluarga
  3. Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga
  4. Memberikan identitas keluarga

 

  • Fungsi Sosialisasi
  1. Membina sosialisai pada anak
  2. Membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak
  3. Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga

 

  • Fungsi Ekonomi
  1. Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga
  2. Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga
  3. Menabung untuk kebutuhan-kebutuhan keluarga di masa yang akan datang.

 

  • Fungsi Pendidikan
  1. Menyekolahkan anak untuk memebrikan pengetahuan, ketrampilan dan membentuk perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya.
  2. Mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi perannya sebagai orang dewasa
  3. Mendidik anak sesuai dengan tingkat-tingkat perkembangannya.

 

  • Fungsi Pelindung

Melindungi seluruh anggota keluarga dari berbagai bahaya yang dialami oleh suatu keluarga. Dengan adanya negara, maka fungsi ini banyak diambil alih instansi negara.

 

  • Fungsi Pemeliharaan

Keluarga pada dasarnya berkewajiban untuk memelihara anggotanya yang sakit, menderita, dan tua. Fungsi pemeliharaan ini pada setiap masyarakat berbedbeda, tetapi sebagian masyarakat membebani keluarga dengan pertanggung jawaban khusus terhadap anggotanya bila mereka tergantung pada masyarakat.Dengan perkembangan masyarakat pada saat ini fungsi pemeliharaan banyak diambil alih oleh lembaga-lembaga masyarakat.

 

  • Fungsi Penentuan Status

Jika dalam masyarakat terdaoat perbedaan status yang besar, maka keluarga akan mewariskan statusnya pada tiap-tiap anggota atau individu sehingga tiap-tiap anggota keluarga mempunyai hak-hak istimewa. Perubahan status ini biasanya melalui perkawinan. Hak-hak istimewa keluarga, misalnya menggunakan hak milik tertentu, dan lain sebagainya. Jadi, status dapat diperoleh melalui assign status maupun ascribed status. Assign Status adalah status sosial yang diperoleh seseorang didalam lingkungan masyarakat yang bukan didapat sejak lahir tetapi diberikan kerena usaha dan kepercayaan masyarakat.

 

Daftar Pustaka

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: